Friday 5 September 2014

Selamat Jalan Bun

Hai! Namaku Zharine Dyllana Aika. Panggilanku Ana. Suatu sore yang indah, sehabis pulang sekolah, aku mendengar ayah dan bunda sedang membicarakan sesuatu yang serius. Aku mengupingnya dari balik pintu walaupun aku tahu itu sesuatu yang tidak baik.
“Bian, bagaimana jika Ana dan Billy tahu jika aku begini?” kata bundaku sedikit berbisik kepada ayah.
“Tenang Nadine. mereka tidak bakal tahu saat ini. Tetapi nanti, ketika kamu pergi” kata ayah.
A..apa? pergi? bunda mau kemana? di dalam hati, aku bertanya-tanya.
“Jika aku sudah pergi nanti apakah kau mau menikah lagi Bian?” tanya bunda.
“Tidak” kata ayah.
Menikah lagi? Apakah ayah selingkuh sama tante Gabriel yang selalu datang kesini? aku masih penasaran. rasa ingin tahuku semakin meningkat. Karena itu langsung kutanyakan. Aku keluar dari balik pintu. “Ayah, bunda sakit apa?” tanyaku.
“Ana?” ayah tak percaya aku ada di sampingnya.
“Mmmmm… bunda sakit… Ana ayah tidak akan bertele-tele karena ayah tahu kamu anak pintar. Bunda mengidap penyakit kanker serviks stadium akhir. ayah harap kamu jangan sedih jika bunda pergi nanti.” jelas ayah. Dhuarrr… bagai tersambar petir aku menangis.
Hari ini bunda jatuh pingsan. Keadaan bunda sangat memprihatinkan. jarinya seperti ranting pohon, wajahnya pucat, dan rambutnya rontok. Ayah membawanya ke rumah sakit. aku ikut. Sedangakan Billy, adikku dititipkan ke Mbak jum tetangga sebelah. Sesampainya di sana bunda dimasukan ke ruang ICU.
Setelah 1 jam setengah kira-kira lamanya dokter datang. Pertanyaan bertubi-tubi melontar dari mulutku dan ayah. Sebelum dokter menjelaskan, tanteku, tante Hilwa datang. “Pak, istri anda selamat. tetapi… bukan saya mendahului yang maha pencipta, tetapi istri anda divonis akan meninggal kira-kira 1 bulan lagi. Tetapi, kita serahkan saja kepada yang maha pencipta.” jelas dokter itu.
Hari-hariku kini gelap gulita. temanku Vatin mencoba menghiburku. Pada hari minggu, aku, Bella dan Vatin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk bunda. Sesampainya disana, aku masuk kamar bunda. Coba tebak apa yang terjadi? bunda… bunda! tubuh bunda berguncang hebat. Busa dari mulut yang tertutup selang oksigen penuh busa. Alat pendeteksi detak jantung bertanda garis. Saat itu juga bunda menghembuskan nafas terakhirnya. Aku tak tahu harus bilang apa. hanya menangis yang bisa kulakukan. selamat jalan Bun!
Untuk bunda Nadine Alifa. Selamat jalan bun…
Cerpen Karangan: Zharine Dyllana Aika

Unknown

Artikel Boleh Di Sebar Luaskan Dan Jangan Lupa Sertakan Link Sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar anda di sini !

 

Copyright @ 2014 Aditya Blogz.

Designed by MR Save | Aditya Blogz